ulasan cerpen Kerinduan Terakhir
Assalammualaikum warahmatullahi wabarokatuh.......
Setelah beberapa hari istrirahat menulis, akhirnya saya kembali lagi untuk memenuhi tantangan dari ODOP.
Kali ini saya akan mengulas salah satu cerpen yang ada di http://www.ngodop.com/.
Judul: Kerinduan Terakhir
Edisi 5/I/Juli 2019
Oleh: Winarto Sabdo
Tema
Cerpen ini mengangkat tema yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita, karena cerpen ini mengangkat tema tentang sebuah percintaan. Namun, tema ini menjadi sangat menarik karena si penulis mengemas dengan berbagai macam lika liku dalam percintaan, termasuk sebuah kerinduan yang dirasakan tokoh dalam cerita tersebut, sehingga mampu membawa pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh.
Tokoh dan Penokohan
*Protagonis
Yatijo: Setia, pemberani, pekerja keras, tanggung jawab, santan mencintai Arimbi, cacat fisik.
Arimbi: Tangguh, pemberani, berjiwa keras, mudah terpengaruh, cantik
*Antagonis
Narni: Suka menghina, sangat licik.
*Tirtagonis
Penduduk desa
Asisten rumah tangga
Alur
Cerita tersebut menggunakan alur maju, yang dimana dalam cerita itu, menggambar tokoh Arimbi yang di desa menaiki dokar untuk menuju kota, penggambaran kehidupan
Arimbi di kota, kemudiann Yatijo yang selalu tetap menunggu Arimbi di desa.
Latar
*Latar Tempat: Desa, Kota, hutan, rumah Arimbi
*Latar waktu: Sepanjang waktu
*Latar Suasana: Sedih, menegangkan, penuh kerinduan
Sudut pandang
Cerita tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu.
Gaya Bahasa
Penggunaan gaya bahasa dalam cerita tersebut adalah bahasa sehari-hari sehingga sangat mudah untuk dimengerti. Bahasa yang tidak bertele-tele membuat pembaca akan cepat memahami. Penulisannya pun sudah
sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Namunn ada beberapa kesalahan dalam penulisan kata.
Amanat
Dalam cerita tersebut begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik, mulai dari tokoh Arimbi yang dapat kita petik adalah, kita tidak boleh menjadi seseorang yang pendendam, apalagi tetap tidak mau memaafkan sampai seseorang itu meninggal dunia. Alangkah baiknya kita memaafkan kesalahan seseorang yang telah dilakukan kepada kita. Dari tokoh Arimbi ini juga dapat kita ambil bahwa kita tidak boleh terlalu percaya atau mudah percaya terhadap seseorang ataupun teman dekat kita.
Selain itu, pelajaran yang dapat kita ambil dalam dari tokoh Arimbi adalah kekayaan tidak seharusnya membuat kita lupa tentang diri kita sebelumnya, sehingga seperti kacang yang lupa dengan kulitnya. Dan dalam cerita tersebut juga memberikan kita pelajaran bahwa kehidupan yang enak tidak mesti membuat kita lupa tentang janji yang telah diucapkan, karena janji tetaplah janji yang harus ditepati.
Kemudian pelajaran yang dapat kita ambil adalah baik,dan buruknya yang kita lakukan pasti akan mendapat balasan, yang dimana dalam cerita tersebut Arimbi mendapatkan penyakit HIV/AIDS dari pekerjaan dan pergaulannya selama di Kota.
Pada tokoh Yatijo pun, kita dapat mengambil pelajaran yaitu, tetap berfikir positif terhadap apa yang sedang terjadi. Seperti Yatirjo yang selalu berfikir positif bahwa Arimbi pasti kembali ke desa. Dan pelajaran yang dapat diambil dari tokoh Yatirjo adalah mencintai dengan tulus, meski puluhan tahun menunggu ia tetap menjaga kokoh cintanya kepada Arimbi.
Selain itu, pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita tersebut adalah rela berkorban demi seseorang yang kita cintai, seperti tokoh Yatirjo yang rela berkorban. Yang dalam cerita tersebut Yatirjo menjual kambingnya demi membangun kembali rumah Arimbi yang roboh.
Untuk lebih jelasnya cerita tersebut dapat dibaca di http://www.ngodop.com/art/26/Kerinduan-Terakhir
Komentar
Posting Komentar