Postingan

PUISI

Dilema Cinta Setitik ruang yang mulai terisi tinta Beruas penuh mengisi Atma Melalap habis kekosongan yang terasa Pada setiap titik jejak nestapa Kau yang membawa candu Membasuh luka lama oleh rindu Hingga bimbang bersatu padu Melilit habis ruang kalbu Kini, dilema teramat berat kurasa Merangkul beban di dada Untukku hunjukkan sebuah perasa Entah untuk siapa? Mungkinkah kau, atau dia? Tempatku berpulang menuang asa Bukankah, telah tertulis rapi dalam suratan takdir? Akan kisah yang harus berakhir Tanjung, 25 Desember 2019

Mengulas Cerma

Gambar
Mengulas  cerpen "Sendiri" Cerpen"Sendiri" termasuk dalam katagori cerpen  remaja  yang  merupakan  karya  dari  Pak Wakhid Syamsudin, ketua   one  day  one  post ( ODOP ). Tema Cerpen  yang  berjudul  "Sendiri" ini  menceritakan  tentang  bagaimana  kehidupan  para  remaja  yang  berada di lingkungan  sekolah. Menurutku, cerpen  ini  memiliki  tema  tentang  sebuah  pendirian  yang  melekat  erat  pada  diri  seorang  siswa  yang  bernama  Lutfi. Konflik  dalam  cerpen  ini  adalah ketika  Lutfi  yang  tetap  memegang  teguh  pendiriannya  mengenai  cara  atau  tindakannya  yang  tidak  ingin  membagi  hasil  dari  belajarnya  kepada  teman-temannya  yang...

ulasan cerpen Kerinduan Terakhir

Assalammualaikum  warahmatullahi  wabarokatuh....... Setelah  beberapa  hari  istrirahat  menulis, akhirnya  saya  kembali  lagi  untuk  memenuhi  tantangan  dari  ODOP. Kali   ini  saya  akan  mengulas  salah  satu  cerpen  yang  ada  di  http://www.ngodop.com/ .  Judul: Kerinduan Terakhir Edisi 5/I/Juli 2019  Oleh: Winarto Sabdo Tema Cerpen  ini  mengangkat  tema  yang  sudah  tidak  asing  lagi  ditelinga  kita, karena  cerpen  ini  mengangkat  tema  tentang  sebuah  percintaan. Namun, tema  ini  menjadi  sangat  menarik  karena  si  penulis  mengemas  dengan  berbagai  macam  lika  liku  dalam  percintaan, termasuk  sebuah kerinduan  yang  dirasakan...

Kubangan Luka

Aku  pernah  tenggelam jauh di dasar lautan     Hingga  menjadi  partikel-partike  kecil  menyerupai  pasir                         Lalu terombang  ambing, terbawa  ombak Yang  menyeretku  paksa untuk terdiam  dalam kubangan  luka   Bibir yang  selalu  terbungkam Menyembunyikan  luka  atas  namamu Selalu  kau  jadikan benteng kekuatan Dibalik  kejamnya  cintamu Aku  pernah  menjadi  butiran-butiran  pasir Yang  terinjak-injak  di tengah bahagiamu Oleh  kata-kata  manis Yang  terangkai  dalam sebuah  janji Untuk  itu, tataplah  aku  sekali  saja Yang  saat  ini  duduk tegap Melawan luka dan rindu  Yang  telah  mencandu dalam nestapa hidup Tanjung, 6 November  2019

Hanya Pengagum Rahasia

Tak  jarang, mataku  mencuri  pandangan Demi  menyaksikan  senyum  diwajahmu Mencoba    memgartikan  lengkung kecil  bibrmu itu Dari  kejauhan  Apalah  daya  diriku Yang  hanya  pengagum  rahasia Yang  bersembunyi  dalam  diam Mengamati  dari  kejauhan Apalah  daya  diriku Yang  hanya  diam  dalam sebuah rasa Demi  menjaga  kesucian  cinta Yang  perlahan  bersemi  dalam  hati Tak  ingin  rasanya  terjebak  Dalam  cinta  yang  semu Yang  akhirnya  menyisakan luka Memaksaku  untuk  tetap  membungkam Meski  jauh  dalam  relung  hatiku Ingin  sekali  bibir  ini  berkata Namun tak  ingin  ku  ucapkan sebuah rasa Yang  belum  pantas ku  ucapkan.  Biarlah, saat  ini cintaku  hanya ku ...

Hampir Menyerah

Tak  terasa  selama  kurang  lebih  2  bulan  melewati  tantangan  demi  tantangan,  kini  sudah  sampai  dipuncak  juga.  Bagiku  tak  mudah  bisa  bertahan  sampai  akhir  ini, karena  selain  karena  tantangan-tantangan  yang  Masya'Allah  luar  biasa  menantang sekli disetiap  pekannya, aku  juga  kesulitan  karena  kegiatan  kuliah  yang  akhir-akhir  ini  sangat  padat  dan  melelahkan.  Karena  itulah,  sempat  kesehatanku  pun  mulai  menurun  dikarenakan  begadang  demi  bisa  menyetor  link  tulisan. Tak  hanya  sekali, kesehatanku  sempat  beberapa  kali  menurun  sehingga  membuat  diriku  terkadang  ingin  menyerah.  Aku...

Mengenal Pamorisinta Alif Faridiastuti, si Bunda Solehah

Gambar
Pamorsinta Alif  Faridiastuti, atau  yang  sering  dipanggil  dengan   Sinta, lahir  di  Ponorogo  pada   tanggal  26 April  tahun 1990.  Saat  ini  ia  memutuskan  vacum  dari  pekerjaannya  sebagai  dokter  hewan  dan  memutuskan  untuk  fokus  mengurus  keluarga  kecilnya  yang  selama   ini    dibina  dengan  sang  suami, Zaenal  Abidin.  Perempuan   yang  sering  dipanggil  sinta  ini  menempuh  pendidikan  tingkat  sekolah  dasar di  SD  Mojo 1  yang  lulus  pada  tahun  2002. Kemudian  melanjutkan  pendidikan  tingkat  sekolah  menengah  pertama  di  SMPN 2  Ngawi  yang  lulus  pada  tahun  2005. Dan  me...