Mengulas Cerma
Mengulas cerpen "Sendiri"
Cerpen"Sendiri" termasuk dalam katagori cerpen remaja yang merupakan karya dari Pak Wakhid Syamsudin, ketua one day one post ( ODOP ).
Tema
Cerpen yang berjudul "Sendiri" ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan para remaja yang berada di lingkungan sekolah. Menurutku, cerpen ini memiliki tema tentang sebuah pendirian yang melekat erat pada diri seorang siswa yang bernama Lutfi. Konflik dalam cerpen ini adalah ketika Lutfi yang tetap memegang teguh pendiriannya mengenai cara atau tindakannya yang tidak ingin membagi hasil dari belajarnya kepada teman-temannya yang ingin mendapatkan pelajaran/ jawaban secara instan. Karena pendiriannya itu, Lutfi dianggap sebagai seseorang yang pelit akan sebuah ilmu.
Alur
Alur yang digunakan dalam cerpen tersebut adalah alur maju. Yang dimana, pada awal menceritakan bagaimana suasana yang ada di dalam kelas, sampai pulang seekolah yang menggambarkan langkah kaki Lutfi yang melangkah ke gerbang sekolah hingga berakhir pada sebuah warnet yang dekat dengan Sekolah.
Tokoh
Lutfi: Memiliki pendirian yang sangat kuat, dan penyabar. Meski dijauhi oleh teman-temannya tak membuat Lutfi goyah akan pendirian yang ia pegang.
Sovia: Memiliki pendirian yang kuat, tidak mudah putus asa, dan penyabar.
Fadli: Pendendam, dan tidak mau berusaha
Septian: Pendendam, dan tidak mau berusaha
Mas Zaini (penjaga warnet) : Memaksakan kehendak saat Sovia, ingin mengerjakan tugasnya sendiri.
Menurutku dalam cerita ini, tidak terlalu dijelaskan bagaimana perwatakan dari setiap tokoh yang dapat memperkuat cerita tersebut.
Sudut Pandang
Cerita tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga yaitu, Lutfi, Fadli, Septian, dan Sovia.
Latar
Tempat: Menggambarkan ruang kelas, depan gerbang sekolah, dan warnet.
Suasana: Menjengkelkan, memperihatinkan, dan melelahkan
Waktu: jam istrirahat
Gaya Bahasa
Cerpen yang berjudul "sendiri'' ini menggunakan gaya bahasa sehari-hari, dan tidak bertele-tele sehingga pembaca mudah memahami. Penulisan dalam cerpen ini, tidak saya temukan kesalahan atupun typo. Menurut saya, dari segi penulisan cerpen ini sudah cukup sempurna karena sudah sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia. Mengapa cukup sempurna? Karena sangat sempurna hanya milik Allah SWT.🙂
Amanat atau Pesan
Amanat atau pesan yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah mengahrgai setiap pendirian yang dipegang oleh seseorang.
Selain itu, amanat yang dapat diambil dalam cerita tersebut adalah, untuk mendapatkan sesuatu kita harus belajar dan berusaha, sehingga tidak hanya mengandalkan kemampuan orang lain.
Adapun pesan lain yang dapat diambil dalam cerita itu adalah, untuk membuat seseorang mengerti tentang hal yang kita lakukan, tidak hanya menggunakan sebuah tindakan, melainkan juga membutuhkan penjelasan. Sebaiknya kita menjelaskan maksud, mengapa kita melakukan hal tersebut. Seharusnya kita menjelaskan bahwa hal yang kita lakukan tidak hanya untuk diri kita saja, melainkan demi kebaikan dia juga.
Komentar
Posting Komentar