Jejak sang pendekar

Masih membekas jejak yang kau tinggalkan
Di atas tanah kering yang kini mulai subur
Merindu kembali hadirmu disetiap sudut
Untuk membangkitkan senyuman yang perlahan memudar

Wahai sang pendekar berpeci putih
Nestapa hidup yang membawamu
Pada tanah yang gemar berguncang
Menjadi awal sebuah perjuangan

Masih terkenang cerita yang kau cipta
Di tengah hamparan sawah yang kini menghijau
Masih tergambar jelas tubuh kekarmu
Yang berdiri tegap laksana panglima

Kau membangkitkan semangat yang patah
Dibawah bangunan yang luluh lanta
Kau lantunkan kalam-kalam illahi Rabbi
Sebagai penerang jalan yang hampir padam

Wahai sang pendekar berpeci putih
Keringat yang menetes dibawah terik matahari
Mungkin telah kering diserap waktu
Namun perjuanganmu takan terhapus oleh ruang dan waktu

OneDayOnePost
ODOPbatch7

Komentar

  1. Duhai yang telah berpulang kepangkuan Tuhan semoga Surga tempat mu ❤

    BalasHapus
  2. Bayangin Palestina di awal puisi, tapi orang sana nggak banyak yang pakai peci biasanya. Jadi mungkin pahlawan kemerdekaan Indonesia ya, hehe. Suka diksinya, simple tapi dapet poin intinya.

    BalasHapus
  3. Aku mikirnya malah yang di maksud itu seorang Ayah.

    BalasHapus
  4. MasyaAllah malem kayak gini baca puisi yang penuh makna, jadi terharu hati ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejadian Aneh Part2

Hanya Pengagum Rahasia

Kejadian Aneh yangku alami