Mengikhlaskanmu adalah ketenanganku
Ku biarkan asa mengalir bak tirta
Mengikuti arus kemana akhir titik rimba
Meski batin kian bergema
Inginkan jawab atas tanya
Namun,tetap saja bisu itu menjadi jarak antara kau dan aku
Menghimpun beribu lara dalam benakku
Bukankah kau dan aku inginkan temu?
Lalu,mengapa kau pupuk rasa ditengah benalu?
Hilang sudah,,,,
Bait-bait mimpi yang kita rangkai bersama
Dikeheningan malam bersaksikan purnama
Yang kau tuturkan dengan penuh jatmika
Kini,hanya tersisa serpihan mimpi
Yang kian membatin dalam diri
Kau bersamanya merajut cinta hakiki
Diatas janji yang terkenang abadi
Pergilah bersamanya....
Merangkai kisah tanpa sandiwara
Membangun Cinta dengan ridho-Nya
Yang bersaksikan seisi bumi dan sang pencipta
Biarlah pahitku rasa
Mengenang janji dalam prasa
Sampai kutemukan keikhlasan jiwa
Yang tak lagi menyesakkan dada
Untuk diri,wahai sang pujangga
Bangkitlah dari keterpurukan rasa
Melepas dan mengikhlaskan kepergiannya
Agar kau dapat ketenangan dalam jiwa
Tanjung,19 September 2019
ODOPbatch7
OneDayOnePost
Semangat kak
BalasHapusKenapa sih puisi kebanyakan tone-nya selalu sedih... 😭😭😭
BalasHapusSemoga kesedihannya segera sirna, berganti kebahagiaan.
BalasHapus