Restu Yang Tak Terucap
Pencarian seorang pemuda itu kini telah berakhir,karena ia telah menemukan seorang perempuan yang bersedia menerimanya dan siap menjadi penyempurna separuh agamanya.
Lamaran akan segera dilaksakan bulan depan, namun belum sempatnya lamaran itu terjadi, kini cinta Hidayat telah beralih pada perempuan lain. Diam-diam pemuda itu menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Dinda, yakni perempuan yang awalnya akan menjadi calon istrinya.
Entah kapan hubunganya dengan Dela mulai terjalin, tentu hubungan mereka itu sangat menyakiti Dinda. Karena pemuda yang berjanji melamarnya bulan depan telah menjalin hubungan dengan sahabat baiknya. Perempuan mana yang akan sanggup menghadapi kondisi yang seperti ini, batin Dinda benar-benar terguncang saat mengetahui Hidayat, yakni calon suaminya itu menjalin hubungan dengan Dela sahabat yang Dia anggap sebagai kakaknya.
Hancur, sehancur-hancurnya batin Dinda saat ia mengetahui kedua orang yang berada dalam kehidupannya itu dengan sadar melaukan hubungan itu dibelakannya. Rasa kepercayaan yang telah ia berikan kepada Hidayat dan Dela kini telah hancur, dan merekalah yang menghancurkannya.
Kini, Dinda seorang perempuan yang murah dengan senyum itu telah tiada, ia berubah menjadi sosok yang pendiam. Dinda selalu diam dalam kesendiriannya, menahan dan mencoba menyelsaikan masalah ini seorang diri.
Disisi lain, Hidayat dan Dela sedang berada dalam mabuk cinta,hingga lupa bahwa ada yang begitu teramat tersiksa dibalik asmara yang saat ini melanda mereka. Entah malam itu Hidayat dan Dela sadar atau tidak, mereka merajut benang cinta dalam kedukaan yang dialami Dinda. Malam itu janji yang Hidayat ucapkan pada Dinda, ia ucapkan juga kepada Dela. Mereka berdua benar-benar tenggelam dalam cinta hingga tak sedikit pun mereka memikirkan perasaan Dinda yang saat itu hancur.
Dinda sudah tak sanggup lagi menahan kesakitannya itu, ia tak ingin hubungannya dengan sahabatnya itu hancur, dan ia juga tak ingin memutuskan hubungan yang akan bertemu pada singgah sana akad itu berakhir. Kebimbangan dalam benak Dinda itu membuatnya bingung, hubungan manakah yang harus ia pertahankan. Hingga sampailah Dinda pada titik jenuhnya, dan memilih untuk memutuskan hubungannya dengan Hidayat.
Dinda telah mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan keputusannya itu kepada Hidayat,dan akan segera menyampaikannya. Bagi Dinda ini adalah keputusan yang sangat berat. Ia harus merelakan cintanya demi hubungannya dengan sahabatnya itu.
Bersambung.........
ODOPbatch7
OneDayOnePost
Minta dicubit nih si Hidayat..
BalasHapus