Sampai kapan kita menunda??
Terkadang tanpa disadari kita begitu takut dengan peraturan yang manusia buat namun berani menunda bahkan melanggar peraturan Allah Swt.Banyak diantara kita saat bekerja atau beraktivitas sering mengabaikan panggilan Allah dan memilih melanjutakan apa yang saat itu kita kerjakan,kemudian menunda solat.
"Disetiap dua kemungkinan yang akan terjadi ada sebuah kepastian dalam kehidupan ialah kematian"
Maka dari itu,marilah kita terus untuk bermuhasabah diri dengan mengingat kematian karena sesungguhnya sebaik-baik bermuhasabah ialah dengan mengingat kematian.
Muhasabah Diri
Wahai diri....berapa jam dalam sehari waktumu untuk beribadah dan berkomunikasi dengan Allah?Wahai diri....berapa penghasilan yang telah dirimu keluarkan untuk bersedekah?
Sampai kapan diri terus mengejar kehidupan dunia dan menyepelekan kehidupan akhirat?Sudah berapa sering diri mengabaikan perintah Allah?Begitu sibukah kita?Sampai harus berpaling dari-Nya demi kesibukan dunia.Bukankah manusia diciptikan untuk mengapdi kepada-Nya.Sebagaimana telah difirmankan dalam Al-Qur'an:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
[QS. Az-Zariyat: Ayat 56]
Kecintaan kita terhadap dunia telah membuat kita sering menunda untuk beribadah bahkan berpaling dari-Nya.Sudah berapa sering kita berbohong pada-Nya disetiap iftitah yang kita ucap
"Sesungguhnya solatku,ibadahku,hidup,dan matiku hanya untuk Allah." Tetapi cinta terhadap dunia membuat kita mengingkarinya.
"Jika kau mencari dunia kau akan mendapatkan dunia tetapi jika kau mencari akhirat kau akan mendapatkan akhirat dan dunia."
Apakah yang diri kita cari?Jika ingin mendapatkan Akhirat dan dunia maka kejarlah dan raihlah Cinta-Nya.
OneDayOnePost
ODOPbatch7
Muhasbah Diri
Akhiratlah tujuan utama kita,tetap semangat 👍
BalasHapusTidak ada yang lebih pasti dari kematian. Namun kenapa Kita seringkali terlupa. Dan merasa seakan hidup selamanya. Lupa beramal baik dan hanya memikirkan dunia. 😭😭😭
BalasHapusIni bagian yang melenakan. Menunda sesuatu seakan hidup begitu panjang.
BalasHapus