"Aku adalah Libasmu"


Seperti  hembusan  angin  disiang  bolong  yang  menggedor  paksa  pintu  singgahsana  hatiku, membawa  kesejukan  pada  jiwa, lalu  merasuki seluruh  bagian urat  nadiku. Tubuhku  bergetar  hebat  saat  bibirnya  mengucapkan  sebuah  kalimat.
" Bersediakah  kau  menjadi  penyempurna  separuh  agamaku?"


Kalimat  itu ia  katakan  setahun  lalu, saat. Masa  pengabdiannya  berakhir  di  desaku. Saat  itu  ia  meminta  kepada  orang  tuaku  untuk  menjadikanku  teman  hidupnya  di  dunia, mau  pun di  akhirat.


Kala  itu  ia  datang  membawa  sebuah  janji  yang  disampaikan  kepadaku  dihadapan  orang  tuaku. Janjinya  membuat  hatiku  tersentuh  karena  bagiku janjinya  berbeda  dari  janji  yang  biasa  laki-laki  ucapkan  pada  setiap  perempuan.


Masih  terkenang  jelas  dalam  benakku, saat  ia  datang  mengetuk  pintu  rumah, kemudian  duduk  tegap  dihadapan  kami  untuk  menyampaikan  sebuah  niatan  baik, yakni  untuk  meminang ku  dengan  mengikrarkan  sebuah  janji.
" Kedatanganku, untuk  meminang  putrimu Pak, Buk. Namun aku tak  memiliki  sesuatu  yang  sangat  berharga untuk  dipersembahkan  untuknya, hanya  saja  aku  berjanji  satu  hal, yakni  menjanjikannya  kehidupan  surga."



Bagiku  janji  itu  sangatlah  luar  biasa, karena janji  itu  tak  main-main  karena  menyangkut  kehidupan  akhirat. Dalam  benakku,  jika  janji  kehidupan  dunia  saja  sulit  bisa  ditepati, lalu  mengapa  ia  begitu  berani  menjanjikan  kehidupan  surga. 


Namun  ternyata  janji  itulah  yang  membuatku  berada  disampingnya, menemani  dan  membantunya  memperjuangkan  untuk  mewujudkan  janji  dalam  kehidupan  indahnya  bahtera  rumah  tangga.


*****

Tak  terasa,  setahun  sudah aku  menemaninya  dalam  jalur  perjuangan  yang  penuh  aral, demi  menegakkan  izzul  Islam  wal  muslimin. Meski kehidupan tak selalu indah seperti apa yang dibayangkan.


Teruslah  berjuang  dalam  jihadmu, aku  tak  akan  menarik  diri  dari  pilihan  hidup  yang  kau  pilih, karena  aku  tahu, inilah  jaminan  kebahagiaan  untuk  kita, jaminan  surga, dan jaminan  yang  dimana  kau  mampu  menunaikan  azammu, dan  membawaku  berjalan  bersamamu  menuju  surgaNya.


Aku   sangat  beruntung  menjadi  pendampingmu, dan menemanimu  menuju  jalan  perjuangan. Teruslah  berjuang, aku  disini  akan  selalu setia  pada  cinta  kita, karena  kau  dan  aku  telah  ditakdirkan  untuk  bersama.


Takdir  menyatukan  kita,  menuntun  kita  agar  mampu  saling  melengkapi. Aku  akan  menjadi  libas (pakaian) mu  untuk  menutupi  segala  luka, dan  aku  akan  menjadi  sandaran kala  asa  menyelimutimu, begitu  pun  sebaliknya.


Odopbatch7
OneDayOnePost
Tantangan  pekan7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejadian Aneh Part2

Hanya Pengagum Rahasia

Kejadian Aneh yangku alami