Mungkin Mata Hatimu tertutup
Angin tak lagi terdengar merdu...
Dikala melintas di pelupuk mata
Dan kini, angin tak lagi terasa sendu...
Dikala menyapa begitu mesra
Sebab angin tak lagi merindu
akan peliknya sandiwara bumi
Dan kini, angin bosan untuk mencandu
Sebab diri terkekang bui
Wahai kalian para setiap jiwa......
Sanggupkah kalian menatap wajah polos yang terguncang karena tertindas?
mencoba menolak kejamnya dunia
Yang terbawa oleh arus perubahan zaman
Tangisan yang menetes disudut netra
Kini telah biasa terlihat
Percikan darah yang mengalir
Bukankah sudah sering tumpah?
Lalu kemana kita melihat? Hingga sedikitpun tak bergerk
Menadahkan tangan menghadapNya, meminta atas kedamaian mereka
Atau, mungkinkah mata dalam jiwa ini telah buta?
Hingga tak lagi rasa kemanusiaan
ODOPbatch7
OneDayOnePost
Dikala melintas di pelupuk mata
Dan kini, angin tak lagi terasa sendu...
Dikala menyapa begitu mesra
Sebab angin tak lagi merindu
akan peliknya sandiwara bumi
Dan kini, angin bosan untuk mencandu
Sebab diri terkekang bui
Wahai kalian para setiap jiwa......
Sanggupkah kalian menatap wajah polos yang terguncang karena tertindas?
mencoba menolak kejamnya dunia
Yang terbawa oleh arus perubahan zaman
Tangisan yang menetes disudut netra
Kini telah biasa terlihat
Percikan darah yang mengalir
Bukankah sudah sering tumpah?
Lalu kemana kita melihat? Hingga sedikitpun tak bergerk
Menadahkan tangan menghadapNya, meminta atas kedamaian mereka
Atau, mungkinkah mata dalam jiwa ini telah buta?
Hingga tak lagi rasa kemanusiaan
ODOPbatch7
OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar