Restu Yang Tak Terucap2


Dinda  telah  menyampikan semuanya kepada  Hidayat  mengenai  perasaan dan  keputusannya itu, namun entah mengapa  Hidayat  tidak bisa menerima  keputusan  Dinda,ia tetap ingin  melanjutkan  lamaran yang  sudah  direncanakan  hingga  samapai  dipernikahan. Entah karena ia tertampar  oleh kata-kata  yang disampaikan  Dinda  hingga ia mengakui  bahwa  yang  sedang terjadi ini  adalah hal yang  salah, ia  juga  mengakui  bahwa ini adalah kehilafannya. Hidayat  memohon  maaf atas  perbuatan  yang   membuat Dinda begitu  tersiksa.


Dinda pun  mencoba percaya kepada Hidayat  dan memberi   kesempatan  lagi  kepadanya. Hidayat pun berjanji  lagi kepada Dinda, ia  akan  menjauh dari  Dela  demi  hubungan  mereka. Namun ternyata   Hidayat  tidak  mampu  menepati   janjinya itu lagi, karena  Hidayat  kembali  menjalin  hubungan  dengan  Dela. Hidayat tak mampu  menghindar  saat Dela menghubunginya   malah mereka kembali   menjalin  hubungan lagi.

Hidayat   benar-benar  telah  lupa dengan   janjinya   kepada Dinda, bahkan  ia tak pernah  mencari  tahu atau  menanyakan  kabar  Dinda, ia  hanya  sibuk  merajut  kasih  dengan sahabat  calon  istrinya.Di satu sisi, Dinda  yang   percaya  lagi pada  Hidayat  kembali  lagi  merasa  kawatir, akhir-akhir  ini  ia sangat   gelisah karena   ketakutannya   tentang hubungan   yang  dijalin  oleh Dela dan Hidayat  itu  masaih terjalin,  datang lagi  menghantuinya.

Ketakutan   yang   Dinda   rasakan   itu  membuat  dirinya  memberanikan diri untuk  bertanya  langsung kepada  sahabatnya itu. Bukannya  merasa  tenang, ternyata  dengan  bertanya  langsung   kepada Dela, hati Dinda  malah  semakin   hancur  seteleh  mendengar  pernyataan dari Dela. Bagaimana  tidak, Dela  mengaku kepada  Dinda  bahwa ia   merasa  sangat  nyaman  bersama  Hidayat, ia  mengatakan  bahwa Hidayat  yang  sangat mengerti   tentang  betapa  manja  dirinya.

Dinda  merasa  tak  percaya  terhadap  apa yang dikatakan  Dela, karena  ia merasa  bahwa Hidayat  tak seperti itu, namun Dinda tetap saja  terpengaruh terhadap  pernyataan Dela. Dinda memilih  untuk mundur  dan  mencoba  mengikhlaskan  Hidayat  bersama Dela, ia merasa mungkin  mereka lebih bahagia  saat  dirinya  tak jadi  penghalang. 
Dinda  memilih  pergi dan  menepi  dari  mereka  untuk  menyembuhkan lukanya itu, namun  hidup  Dinda  tak pernah  bisa tenang, ia  bingung tentang rasa sakit yang  ia rasakan ini, karena  dalam  hatinya  ia tak ingin  membeci  sahabatnya.



Bersambung....





ODOPbatch7
OneDayOnepost



Komentar

  1. Sedih banget ceritanya... Kalau aku jadi Dinda.. emoh kalah deh.. Aku nggak dapat hidayat.. Dela Juga nggak boleh dapat.. hihi..

    BalasHapus
  2. Sedih banget, mudah mudah aku tidak mengalami hal seperti Dinda. 😊

    BalasHapus
  3. Kalo aku jadi dinda, mungkin mengikhlaskan adalah cara terbaik

    BalasHapus
  4. Pergi dengan hati yang berat dan sedih. Luka menganga. Lupakan dan tutup lembaran dengan menatap masa depan yang masih panjang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejadian Aneh Part2

Hanya Pengagum Rahasia

Kejadian Aneh yangku alami