Putri Mandalika dan Pemuda Miskin

Assalammualaikum  warohmatullahi  wabarokatuh 
Tantangan  pekan  4  adalah  mengimprovisasi  cerita  rakyat, dan  kali  ini  saya  akan  menulis  cerita  rakyat  dari  Pulau  tercinta  yakni  Pulau  Lombok. 
Menurut  cerita  yang  beredar  dan telah  menjadi  legenda, Nyale (cacing laut) merupakan  jelmaan  dari  Putri  Mandalika  yang  menceburkan  dirinya  ke dalam  laut  yang  berubah  menjadi  Nyale. Dan  kini  menjadi  tradisi  di suku  sasak  yang  disebut  dengan  upacara  bau (menangkap) Nyale (cacing laut). Namun  untuk  memenuhi  tantangan  pekan  ini  saya  akan  menulis  cerita  Putri  Mandalika ini  agak  berbeda  dengan  cerita  yang   tersebar  dimasyarakat  luas.


                  (Reflika patung  Putri  Mandalika)
  Sumber: Google
 


Alkisah  pada  zaman   dahulu  di  pantai  selatan  Lombok, ada  sebuah  kerajaan  Tunjang  Bitu  yang  sangat  makmur. Kerajaan  itu  sangat  terkenal  dengan raja  yang sangat adil dan bijaksana. Raja  tersebut  bernama  Raja  Tonjang  Beru  dan  permaisurinya  bernama  Dewi Seranting,  mereka  mempunyai  seorang  putri  mahkota  bernama  Putri  Mandalika.


Ketika  Putri  Mandalika  tumbuh dewasa, sang   Putri   sangat   anggun dan  cantik  jelita. Tidak  hanya  cantik parasnya  ia  juga  memiliki  sifat  yang begitu  cantik  seperti  parasnya, ia  sangat   sopan  dan  ramah  pada semua  orang. Tutur  katanya yang begitu  lembut  membuat  ia  begitu dicintai  oleh  rakyatnya.
Kecantikan  yang   dimiliki  oleh  Putri Mandalika  pun  terdengar  dari  ujung timur  hingga  ujung   barat   Pulau Lombok. Pangeran   dari  berbagai  kerajaan   yang   ada  di  Pulau   Lombok   pun  berlomba-lomba   ingin  melamar   sang   Putri.


Karena  begitu   banyak  pangeran yang   melamar  sang  Putri, Raja Tonjang  Beru  pun  menyerahkan  pilihannya   kepada   sang   Putri. Sang  Putri  sangat   kebingungan  dan  memutuskan  untuk  tidak  menerima  lamaran   dari  semua  pangeran, namun  dua  diantara  pangeran tersebut   murka  mendengar keputusan  sang   Putri. Kedua pangeran  itu  adalah  pangeran  Datu   Teruna   dan   pangeran  Maliawan.


Setelah   mendengar  keputusan  dari  Putri  Mandalika  Pangeran Datu  Teruna  pun  kembali   mengirim utusan  untuk   melamar  Putri Mandalika  dengan  mengancam bahwa   kerajaan   Tunjang  Bitu   akan hancur  apabila  lamaran   tersebut ditolak. Pangeran  Maliawan  pun mengirim  utusan  dengan  niat  dan ancaman  yang  sama. Namun dengan penuh  hormat, lamaran  itu  kembali ditolak  dan   ancaman  tersebut  tak  membuat  Putri  Mandalika  menerima  salah  satu  lamaran  dari  kedua  pangeran  tersebut.

Penolakan  itu  pun  membuat  kedua  pangeran  tersebut  semakin  murka hingga  membuat   Pangeran Datu Teruna  mengirimkan  senggeger (pelet) Utusaning Allah  dan  Pangeran Maliawan  meniupkan  senggeger  (pelet) Jaring  Sutera. Kedua  pelet tersebut  pun  begitu  ampuh  sehingga  membuat  kedua  wajah  pangeran  tersebut   selalu  terlihat di depan Putri Mandalika. Hal  tersebut  membuat  sang  Putri   tidak  bisa  makan, dan tak bisa  tidur  hingga membuat  sang  Putri  menjadi  kurus  kering, melihat Putri  seperti itu  seisi  kerajaan  pun dilanda  kesedihan.


Karena  merasa bingung, dan selain  cintanya  mesti  berbicara, ia  juga  merasa memikul  tanggung  jawab  yang  sangat  besar, hingga  sang  Putri  pun  memutuskan  untuk  bersemedi, dan  dalam  semedinya  itu sang Putri  mendapat  petunjuk  untuk mengundang  semua  pangeran dan rakyat  pada  tanggal 20 bulan  10 di pantai  Kuta tepat  sebelum  adzan  subuh dikumandangkan.


Para  pangeran  dan seluruh  rakyat pun memenuhi  undangan  sang  Putri, mereka  sangat  penasaran  dengan  keputusan  sang Putri, sehingga ada  juga  yang  datang  2 hari  sebelum waktu  yang  telah ditentukan.
Tidak  lama  kemudian  sang  Putri  datang  tepat  seperti  yang  telah dijanjikan, yaitu  sebulum  adzan  subuh dikumandangakan. Sang   Putri  datang  dengan  dikawal sangat   ketat, dengan pengawal dikiri, kanan, dan  dibelakang  yang  diusung  dengan  usungan berlapis  emas. Saat  sang  Putri  turun dari  usungan  tersebut, seluruh  tamu  undangan  yang  hadir  terhipnotis  melihat  kecantikan  sang  Putri  berbalut  gaun  yang  begitu  indah, yang  terbuat  dari  kain  sutera.


Sang  Putri  berjalan  menuju  bebatuan  dan  berdiri di sana  membelakangi  laut  lepas, kemudian  berbalik  menghadap  para  Pangeran  dan  seluruh  rakyat  untuk  menyampaikan  keputusannya, sang  Putri  pun  berseru dengan  begitu lantang  dan  keras" wahai  Ayahanda  dan  ibunda, serta  para pangeran  dan  seluruh  rakyat  tercinta, Aku adalah  milik  kalian  semua, aku  tidak  bisa  memilih  salah  satu  diantara kalian."
Mendengar  seruan  sang  Putri tersebut, para Pangeran  dan seluruh  rakyat  bingung  dan  bertanya-tanya  maksud  dari  seruan  sang  Putri.


Saat  para  Pangeran  dan  seluruh  rakyat  dilanda  kebingungan, Sang  Putri  pun  melompat  menceburkan  diri  ke  tengah  lautan  yang  disambut  ombak  dan  angin  kencang  serta  kilat  dan  petir  yang  menggelegar. Para  Pangeran  dan  seluruh  rakyat  pun  turun  untuk  mencari  sang  Putri,  namun  tak  ada  tanda-tanda  keberadaan  sang  Putri, ia  menghilang.

Sang  Raja dan  Permaisuri  hanya  bisa  menangis  Melihat  sang  Putri  yang  mengorbankan  hidupnya  demi  kedamain  seluruh  kerajaan  di  Pulau  Lombok. Semenjak  itu  kerajaan  Tunjang  Bitu  dan  seluruh   rakyat  dilanda  duka  yang  sangat  mendalam.




*****

Pada  suatu  hari  ada  sebuah  pemuda  miskin  yang  bernama  Aji, ia  tinggal  di ujung  Utara Pulau  Lombok  di  sebuah  gubuk  kecil. Saat  itu  ia  sedang  menangkap  ikan di laut, tiba-tiba  ia  melihat  gadis  yang  begitu  cantik  sedang  terdampar  di tepi  pantai  dalam  keadaan  terkapar. Aji  pun  mendekati  dan  membawa  gadis  itu  pulang  untuk  diobati.


Setelah  sampai di  gubuk  kecil  itu, Aji  pun mengobati  gadis itu  hingga  gadis  itu sadar. Saat  gadis  itu  sadar, Aji pun  bertanya  siapakah  nama  dan  darimanakah  ia  berasal, namun  sayang  gadis  itu tak  mengingat  apa- apa. Aji  pun  menyuruh  gadis  itu  untuk  beristrirahat  sejenak  agar  ia  segera  pulih  kembali.


Sudah  berhari-hari  gadis itu pun  pulih, tetapi  ia  tetap  tidak  ingat  siapa  dan  darimana  ia  berasal. Mengetahui  semua  itu, Aji  pun  bingung  harus  memanggilnya  siapa, dan  akhirnya  memutuskan  untuk  memberi  nama  gadis  itu  dengan  nama  Nyale, gadis  itu  pun  tidak  merasa  keberatan  dengan  nama  yang telah  diberikan  Aji  tersebut.

Waktu  terus  berlalu, Aji dan  Nyale  yang  hidup  berdua  pun  kini  saling  mencintai  hingga  memutuskan  untuk  menikah. Pernikahan  mereka  pun  dilaksanakan  dengan  sangat  sederhana  yang  dihadiri  oleh  beberapa  orang  dan  tokoh  agama. 
Pernikahan  mereka  sangat  bahagia  apalagi  setelah  kehadiran   anak  laki-laki  yang  sangat  tampan, kini  terasa  lengkap  sudah  kebahagiaan  mereka.


Suatu  hari saat  sang  suami  pergi  untuk  menangkap  ikan, Nyale pun  ingin  membantu  suaminya  untuk   menangkap  ikan  karena  ia  tak  ingin  melihat  suaminya itu  menanggung  beban  berat  sendirian. Aji  saat  itu  sempat  menolak  keinginan  sang   istri, namun  apalah  daya, ia  tak  bisa  menolak  lagi  hingga  akhirnya  Aji  pun  menuruti  keinginan  istrinya.

Nyale  sangat  bahagia  karena  suaminya  mengijinkannya  untuk  ikut, ia  pun  bergegas  menyiapkan  bekal  dan  memanggil  anaknya  yang  saat  itu  sudah  berusia  5  tahun untuk  cepat-cepat  bersiap. Mereka  pun  telah  siap  untuk  berlayar  menggunakan  perahu  kecil,  dan  siap  untuk  menangkap  ikan  yang   sangat  banyak, namun saat  mereka  berada  di tengah  laut, tiba-tiba  ombak  dan  angin  kencang  menyambut  mereka sehingga  membuat  perahu  mereka  terombang  ambing di lautan, dan  mereka  pun  terdampar  di tepi  pantai Kuta.

Melihat  suasana  di pantai  itu, Nyale  merasa  tak  asing  lagi  dengan  tempat  itu, dan  tiba-tiba  ia  mengingat  segalanya, bahwa  tempat  itu  adalah  wilayah  kerajaannya,  ia  pun   ingat  bahwa  dirinya  adalah  seorang  Putri  dari  sebuah  kerajaan, dan  kerajaan  itu  adalah  kerajaan  Tunjang  Bitu.  Nyale  pun  membawa  suami  dan  anaknya  menuju  kerajaan  Tunjang  Bitu. Hal  itu  membuat  Aji  bingung  apa  yang  sedang  terjadi  pada  istrinya  itu.

Setelah  beberapa  lama  berjalan, mereka  pun  sampai  dikawasan  kerajaan  Tunjang  Bitu, mereka  disambut oleh  seluruh  rakyat yang  kebingungan  melihat  Putri  Mandalika  ternyata  masih  hidup  setelah  hilang  bertahun-tahun. Raja  Tonjang  Beru  dan  Dewi  Seranting  pun  merasa  kaget  dan  bahagia  melihat  Putrinya masih  hidup, bahkan  ia  pulang  dengan  didampingi  sang  suami  dan seorang  putra. Saat  itu, Aji  mengetahui  bahwa  istrinya  adalah  Putri  seorang  Raja, ia  sangat  bahagia  melihat  sang  istrinya  berkumpul  kembali  dengan  keluarganya.

Kini  kerajaan  Tunjang  Bitu  tak  lagi  berduka, semua  itu  telah  berubah  menjadi  kebahagiaan. Dan  kerajaan  Tunjang  Bitu  pun  kembali  makmur  yang  dipimpin  Oleh  Putri  Mandalika  dan  Pangeran  Aji.




ODOPbatch7
OneDayOnePost
TantanganPekan4

Komentar

  1. Aku baru tahu Ada cerita rakyat ini. Jadi penasaran cerita aslinya gimana

    BalasHapus
  2. Aku sudah pernah baca cerita versi asli grgr kak intan artis instagram itu berburu nyale di lombok. Heheh hampir mirip kek cacing geli lihatnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejadian Aneh Part2

Hanya Pengagum Rahasia

Kejadian Aneh yangku alami